Minggu, 18 Oktober 2015






 

JARINGAN MODERN
WIFI BERBASIS CAHAYA
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Teknik Komputer Jaringan
Dosen Pengampu : Septia Lutfi

oleh
Ramli Nur Hidayat              1102413087
Rombel 1

KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015




BAB I
PENDAHULUAN

Di era modern seperti saat ini penggunaan komputer semakin maju dengan adanya internet. Terciptanya internet tidak lepas dari peran jaringan komputer, di mana setiap komputer dihubungkan melalui bantuan perangkat penghubung jaringan. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan biasanya menggunakan perangkat kabel atau pun nirkabel. Contoh perangkat kabel seperti Local Area Network (LAN), fiber optik, Coaxial. Sedangkan perangkat nirkabel contohnya seperti mobile network dan Wireless Fidelity (WiFi).
Saat ini mulai muncul sebuah jaringan komputer nirkabel yang mampu menghubungkan perangkat komputer melalui cahaya, perangkat ini disebut dengan Light Fidelity (LiFi). LiFi dalam pemanfaatannya memiliki sistem seperti WiFi hanya saja menggunakan transmisi cahaya dan diduga lebih cepat dibanding WiFi.
Rumusan Masalah
1.      Apa itu LiFi?
2.      Apa keunggulan LiFi dibanding dengan WiFi?
3.      Apa tantangan dari penggunaan LiFi?
Tujuan
1.      Mengetahui tentang LiFi
2.      Mengetahui keunggulan LiFi dibanding WiFi
3.      Mengetahui tantangan penggunaan LiFi







BAB II
PEMBAHASAN
Apa itu LiFi?
            Light Fidelity (LiFi) adalah sistem jaringan wireless atau nirkabel yang menggunakan teknologi cahaya sebagai transmisinya. Teknologi cahaya yang digunakan pada LiFi menggunakan Light Emiting Diode (LED) untuk mengirimkan data ke penerima dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu cepat sehingga tak dapat dilihat oleh mata manusia. Dibandingkan dengan WiFi yang menggunakan teknologi gelombang radio sebagai transmisi, LiFi memungkinkan memiliki kecepatan transfer data lebih tinggi dari WiFi.
            Fungsi dan cara kerja dari LiFi ini sangatlah sederhana. Kita harus memiliki sumber cahaya di salah satu ujung seperti LED, dan juga sumber cahaya lain seperti detektor foto (Light Sensor) di ujung lainnya. Begitu LED mulai bersinar, foto detektor atau sensor cahaya pada ujung lainnya akan mendeteksi cahaya dan diartikan sebagai biner 1.
Menyalakan cahaya LED dalam jumlah tertentu akan membuat sebuah pesan tertentu yang akan dikirimkan. Kilatan cahaya tersebut kemudian akan ditangkap oleh detektor cahaya yang akan menerima pesan yang disampaikannya tersebut. Bayangkan jika ada beberapa LED dengan warna yang berbeda, berkedip bersama-sama dan membangun informasi yang sangat besar untuk dikirimkan secara sekaligus. Untuk saat ini bisa diperkirakan jika laser warna hijau dan laser warna merah digunakan secara bersamaan akan dapat mengirimkan data pada kecepatan 1 Gbps.
Keunggulan Penggunaan LiFi
Keuntungan paling besar dari penggunaan teknologi LiFi adalah kemudahan akses internet dengan kecepatan tinggi di daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Kita pasti sering kesulitan ketika mengatur posisi WiFi router agar terjangkau oleh semua ruangan di rumah dengan baik. Masalah tersebut tidak akan terjadi lagi pada teknologi LiFi.
Jika semua lampu dapat berkomunikasi satu sama lain dan menciptakan sebuah jembatan jaringan nirkabel untuk menyediakan akses internet maka teknologi LiFi akan menjadi solusi optimal dan terbaik dibanding dengan teknologi WiFi. Teknologi LiFi juga dapat digunakan untuk memperluas jaringan nirkabel di rumah, kantor, sekolah ataupun di perguruan tinggi.
Teknologi LiFi juga dapat digunakan untuk mengontrol kondisi lalu lintas dengan menempatkan teknologi LiFi ke LED mobil. Hal ini juga dapat digunakan dengan lampu overhead pesawat.
Tantangan Penggunaan LiFi
Teknologi LiFi juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapinya. Teknologi LiFi memerlukan line-of-sight atau berhadapan langsung dengan perangkat yang dituju dengan sempurna untuk mengirimkan data seperti layaknya infrared pada gadget terdahulu. Tantangan berat lainnya dalam harus dihadapi oleh teknologi LiFi ini, yaitu bagaimana caranya data dapat dikirimkan kembali ke pemancar secara optimal.
Selain itu, perangkat tujuan juga harus stasioner atau tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan.






BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            LiFi merupakan sistem jaringan nirkabel yang menggunakan teknologi cahaya dari LED sebagai media transmisi data dan informasi. Dibandingkan dengan WiFi yang menggunakan transmisi gelombang radio, LiFi memungkinkan proses pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dengan memanfaatkan transmisi cahaya. LiFi memiliki keunggulan dapat menjangkau tempat terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh fiber optik dan mampu mengendalikan perangkat lain yang menggunakan teknologi cahaya juga. Tidak lepas dari tantangan dari setiap perkembangan perangkat, Teknologi LiFi memerlukan line-of-sight atau berhadapan langsung dengan perangkat yang dituju dengan sempurna untuk mengirimkan data seperti layaknya infrared pada gadget terdahulu.
Saran
Gunakan sistem jaringan komputer atau komunikasi sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekitar









                                               DAFTAR PUSTAKA
Ditya. (2012, Oktober 04). LiFi, Teknologi Pengganti WiFi Berbasis Cahaya. Dipetik Oktober 17, 2015, dari Sidomi: http://sidomi.com/132757/lifi-teknologi-pengganti-wifi-berbasis-cahaya/
Editor, P. (2013, November 05). Li-Fi - Teknologi Wireless Terbaru Berbasiskan Cahaya. Dipetik Oktober 17, 2015, dari Plimbi: http://www.plimbi.com/news/112211/teknologi-wireless-terbaru-li-fi
Yusuf, O. (2015, Februari 16). LiFi, WiFi Berbasis Cahaya Berkecepatan 100 Gbps. Dipetik Oktober 17, 2015, dari Kompas.com: http://tekno.kompas.com/read/2015/02/16/21050097/LiFi.WiFi.Berbasis.Cahaya.Berkecepatan.100.Gbps