JARINGAN MODERN
“WIFI BERBASIS
CAHAYA”
Disusun
untuk memenuhi tugas matakuliah Teknik Komputer Jaringan
Dosen
Pengampu : Septia Lutfi
oleh
Ramli
Nur Hidayat 1102413087
Rombel
1
KURIKULUM DAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
Di era modern seperti saat
ini penggunaan komputer semakin maju dengan adanya internet. Terciptanya
internet tidak lepas dari peran jaringan komputer, di mana setiap komputer
dihubungkan melalui bantuan perangkat penghubung jaringan. Setiap komputer yang
terhubung ke jaringan biasanya menggunakan perangkat kabel atau pun nirkabel.
Contoh perangkat kabel seperti Local Area
Network (LAN), fiber optik, Coaxial.
Sedangkan perangkat nirkabel contohnya seperti mobile network dan Wireless
Fidelity (WiFi).
Saat ini mulai muncul
sebuah jaringan komputer nirkabel yang mampu menghubungkan perangkat komputer
melalui cahaya, perangkat ini disebut dengan Light Fidelity (LiFi). LiFi dalam pemanfaatannya memiliki sistem
seperti WiFi hanya saja menggunakan transmisi cahaya dan diduga lebih cepat
dibanding WiFi.
Rumusan
Masalah
1.
Apa itu LiFi?
2.
Apa keunggulan LiFi dibanding dengan
WiFi?
3.
Apa tantangan dari penggunaan LiFi?
Tujuan
1.
Mengetahui tentang LiFi
2.
Mengetahui keunggulan LiFi dibanding
WiFi
3.
Mengetahui tantangan penggunaan LiFi
BAB II
PEMBAHASAN
Apa
itu LiFi?
Light
Fidelity (LiFi) adalah sistem jaringan wireless
atau nirkabel yang menggunakan teknologi cahaya sebagai transmisinya.
Teknologi cahaya yang digunakan pada LiFi menggunakan Light Emiting Diode (LED) untuk
mengirimkan data ke penerima dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu
cepat sehingga tak dapat dilihat oleh mata manusia. Dibandingkan dengan WiFi
yang menggunakan teknologi gelombang radio sebagai transmisi, LiFi memungkinkan
memiliki kecepatan transfer data lebih tinggi dari WiFi.
Fungsi dan cara kerja dari LiFi ini
sangatlah sederhana. Kita harus memiliki sumber cahaya di salah satu ujung
seperti LED, dan juga sumber cahaya lain seperti detektor foto (Light Sensor) di ujung lainnya. Begitu
LED mulai bersinar, foto detektor atau sensor cahaya pada ujung lainnya akan
mendeteksi cahaya dan diartikan sebagai biner 1.
Menyalakan
cahaya LED dalam jumlah tertentu akan membuat sebuah pesan tertentu yang akan
dikirimkan. Kilatan cahaya tersebut kemudian akan ditangkap oleh detektor
cahaya yang akan menerima pesan yang disampaikannya tersebut. Bayangkan jika
ada beberapa LED dengan warna yang berbeda, berkedip bersama-sama dan membangun
informasi yang sangat besar untuk dikirimkan secara sekaligus. Untuk saat ini
bisa diperkirakan jika laser warna hijau dan laser warna merah digunakan secara
bersamaan akan dapat mengirimkan data pada kecepatan 1 Gbps.
Keunggulan Penggunaan LiFi
Keuntungan paling besar dari penggunaan
teknologi LiFi adalah kemudahan akses internet dengan kecepatan tinggi di
daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Kita pasti
sering kesulitan ketika mengatur posisi WiFi router agar terjangkau oleh semua
ruangan di rumah dengan baik. Masalah tersebut tidak akan terjadi lagi pada
teknologi LiFi.
Jika semua lampu dapat berkomunikasi
satu sama lain dan menciptakan sebuah jembatan jaringan nirkabel untuk
menyediakan akses internet maka teknologi LiFi akan menjadi solusi optimal dan
terbaik dibanding dengan teknologi WiFi. Teknologi LiFi juga dapat digunakan
untuk memperluas jaringan nirkabel di rumah, kantor, sekolah ataupun di
perguruan tinggi.
Teknologi LiFi juga dapat digunakan
untuk mengontrol kondisi lalu lintas dengan menempatkan teknologi LiFi ke LED
mobil. Hal ini juga dapat digunakan dengan lampu overhead pesawat.
Tantangan Penggunaan
LiFi
Teknologi LiFi juga memiliki beberapa
tantangan yang harus dihadapinya. Teknologi LiFi memerlukan line-of-sight atau berhadapan langsung
dengan perangkat yang dituju dengan sempurna untuk mengirimkan data seperti
layaknya infrared pada gadget terdahulu. Tantangan berat lainnya dalam harus
dihadapi oleh teknologi LiFi ini, yaitu bagaimana caranya data dapat dikirimkan
kembali ke pemancar secara optimal.
Selain itu, perangkat tujuan juga harus
stasioner atau tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang
mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station
LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
LiFi merupakan sistem jaringan
nirkabel yang menggunakan teknologi cahaya dari LED sebagai media transmisi
data dan informasi. Dibandingkan dengan WiFi yang menggunakan transmisi
gelombang radio, LiFi memungkinkan proses pengiriman dan penerimaan data lebih
cepat dengan memanfaatkan transmisi cahaya. LiFi memiliki keunggulan dapat
menjangkau tempat terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh fiber optik dan
mampu mengendalikan perangkat lain yang menggunakan teknologi cahaya juga. Tidak
lepas dari tantangan dari setiap perkembangan perangkat, Teknologi LiFi memerlukan line-of-sight atau berhadapan langsung dengan perangkat yang dituju
dengan sempurna untuk mengirimkan data seperti layaknya infrared pada gadget
terdahulu.
Saran
Gunakan
sistem jaringan komputer atau komunikasi sesuai dengan kondisi dan lingkungan
sekitar
DAFTAR
PUSTAKA
Ditya. (2012, Oktober 04). LiFi, Teknologi
Pengganti WiFi Berbasis Cahaya. Dipetik Oktober 17, 2015, dari Sidomi:
http://sidomi.com/132757/lifi-teknologi-pengganti-wifi-berbasis-cahaya/
Editor, P. (2013,
November 05). Li-Fi - Teknologi Wireless Terbaru Berbasiskan Cahaya.
Dipetik Oktober 17, 2015, dari Plimbi:
http://www.plimbi.com/news/112211/teknologi-wireless-terbaru-li-fi
Yusuf, O. (2015,
Februari 16). LiFi, WiFi Berbasis Cahaya Berkecepatan 100 Gbps. Dipetik
Oktober 17, 2015, dari Kompas.com:
http://tekno.kompas.com/read/2015/02/16/21050097/LiFi.WiFi.Berbasis.Cahaya.Berkecepatan.100.Gbps
